TUGAS KOMUNIKASI BISNIS
TUGAS MAKALAH
Analisis Kasus Teknologi Komunikasi dan Media Komunikasi Bisnis di Era
Revolusi Industri 4.0
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas pada
mata kuliah
Komunikasi Bisnis

Disusun oleh :
Shavira Andriani (1721200061)
Dosen pembimbing :
Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Multi Data
Palembang
Tahun Ajaran 2019/2020
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis
hanturkan kepada Tuhan yang Maha Esa karna berkat dan rahmat-Nya-lah penulis
dapat menyelesaikan Tugas Makalah Komunikasi
Bisnis mengenai teknologi komunikasi dan media komunikasi bisnis di
era industri 4.0 . Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu
Charisma Ayu Pramuditha, M.HRM karena atas bimbingannya penulis dapat
memahami materi mengenai teknologi komunikasi dan media komunikasi bisnis di
era industri 4.0
Penulis menyadari bahwa makalah yang dibuat masih jauh dari
sempurna. Untuk itu, kritik dan saran dari semua pihak dapat
membantu penulis. Kami juga berharap supaya makalah ini dapat bermanfaat
bagi orang lain.
Palembang, Oktober 2019
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
komunikasi bisnis adalah suatu
aktivitas pertukaran informasi, gagasan, pendapat, dan instruksi yang
disampaikan secara personal atau impersonal melalui simbol-simbol atau sinyal
tertentu sehingga didapatkan pemahaman yang sama antar pihak-pihak yang
berkomunikasi.
Pengertian Komunikasi Bisnis Menurut Para Ahli
Agar lebih memahami apa itu komunikasi
bisnis, maka kita dapat merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini;
1. Philip Kolter
Menurut Philip Philip Kolter, pengertian komunikasi bisnis adalah suatu
kegiatan manusia yang ditujukan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui
peroses pertukaran.
2. William Albig
Menurut William Albig, pengertian komunikasi Bisnis adalah pertukaran
informasi, gagasan, pendapat, intruksi yang punya target tertentu yang
dihidangkan secara personal maupun impersional melalui lambang atau sinyal.
3. Djoko Purwanto
Menurut Djoko Purwanto, arti komunikasi bisnis adalah komunikasi yang
dipakai di dalam dunia bisnis yang termasuk berbagai macam bentuk komunikasi,
baik itu verbal maupun non-verbal untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
1.2
Kasus
Pemerintah Dorong Masyarakat Gunakan Internet dengan
Bijak
Liputan6.com,
Jakarta - Pemerintah bersama pemangku kepentingan
terkait kembali menggaungkan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi
melalui Siberkreasi Netizen Fair 2019. Ini merupakan gerakan sinergis yang
mendorong pengguna internet (netizen)
di Indonesia dalam menggunakan internet secara lebih bijak dan bertanggung
jawab.
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Adita Irawati mengatakan,
diperlukan netizen yang pintar yang bisa menyebarkan informasi yang berdasarkan
fakta yang akurat dan terverifikas
"Netizen pintar
adalah individu yang mampu menyaring sebaran informasi dan melakukan cek-ricek
untuk informasi yang ada sebelum dibagikan. Atau tidak perlu sama sekali
dibagikan," ujar dia di Jakarta, Sabtu (5/10/2019).
Adita menegaskan, pihaknya membuat konten informatif melalui konsep dan
visualisasi yang optimal, sehingga menjangkau target yang hendak dituju.
"Kami berupaya untuk memilah mana konten yang layak untuk
disebarkan dan mana yang tidak secara selektif. Tujuannya menghindari
miskomunikasia dan segala yang bisa digeneralisir ke arah negatif," ungkap
Adita.
Sementara itu, Menkominfo
Rudiantara mengatakan, gerakan ini merupakan inisiatif multistakeholders yang
terdiri dari kementerian, akademisi, komunitas, media dan juga private sector.
Selain itu, Siberkreasi ini memberikan pemahaman baru tentang literasi digital
yang dirasa masih kurang dimengerti masyarakat.
"Literasi digital sangat penting, karena tingkat pengetahuan
masyarakat masih belum baik. Pasalnya, era digital ini sangat cepat dan sulit
dibendung informasinya," ungkap dia.
Rudiantara mengatakan, hidup di era digital memudahkan kita untuk mendapatkan,
berbagi, hingga mengolah berbagai informasi. Meskipun memudahkan kita dalam
berinteraksi satu sama lain akibat mudahnya arus informasi di era digital,
membuat banyak pihak harus menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era
ini.
Menanggapi konten negatif, Rudiantara mengatakan, rentannya penyebaran
konten negatif melalui internet berupa hoax, cyberbullying, dan online
radicalism. Untuk itulah Siberkreasi muncul sebagai gerakan nasional berupaya
untuk menanggulangi hal-hal tersebut dengan melakukan literasi digital.
"Melalui Siberkreasi, kita mendorong netizen Indonesia untuk aktif
berpartisipasi dalam menyebarkan konten positif secara konsisten di dunia maya.
Sehingga dengan memanfaatkan perkembangan teknologi ini kita bisa berkembang
dan produktif di dunia digital," imbuhnya.
Rudiantara pun mendukung langkah Siberkreasi menyebarkan literasi
digital sekaligus menjadi suatu kegiatan positif yang membuat masyarakat
menjadi lebih tahu dan mengerti dalam menggunakan internet secara bertanggung
jawab.
“Berbagai macam informasi bisa kita dapatkan di media sosial, baik yang
positif maupun yang negatif. Untuk itu dibutuhkan literasi digital agar
masyarakat luas mampu memilih dan memilah konten serta memerangi info hoak,
hate speech dan berita negatif lainnya.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENYELESAIAN KASUS
Revolusi
industri 4.0 - Perkembangan dunia industri terus bergelora dengan diikuti juga
perkembangan berbagai sektor kehidupan, seperti sosial, politik dan ekonomi.
Dalam setiap perkembangan dunia industri, banyak perubahan di mulai sejak
keberadaan manusia yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan industri, lalu
ditemukannya mesin uap untuk menggantikan setengah dari tenaga manusia yang
ada, hingga kegiatan industrialisasi berbasis mesin, dan sekarang dunia
industri mengalami perubahan dengan memanfaatkan internet sebagai pola baru
dalam mengelola dunia industri, ini didasari dengan banyaknya penemuan teknologi yang
dapat menjadi 'otak' dalam mengatur sebuah mesin, seperti Artificial
Intellegent (AI), Internet of Things (IoT), dll.
Sejak
Revolusi Industri 4.0 digaungkan dan diterapkan oleh hampir setiap negara,
teknologi juga menjadi modal penting dalam menjalankan revolusi industri
tersebut. Teknologi terus berkembang, sehingga manusia ikut menyesuaikan dengan
perkembangan tersebut, seperti yang kita ketahui banyak dari hasil perkembangan
teknologi yang tercipta sudah ada di sekeliling kita dan menjadi alat yang
mempermudah kehidupan manusia, contoh yang paling kita rasakan ialah
berkembangnya teknologi komunikasi dan informasi yang mana internet dan smartphone yang
saling terhubung untuk memudahkan seseorang dalam berhubungan dengan dunia
luar.
Perkembangan
teknologi memiliki dampak yang cukup signifikan dalam mengubah tatanan
kehidupan masyarakat. Dilihat pada perkembangan teknologi komunikasi yang
paling melekat dengan kehidupan masyarakat, ada beberapa dampak yang secara
nyata seperti: Perubahan sistem nilai dan norma.
Dalam perubahan ini
terdapat hal positif dimana teknologi dapat mendukung kehidupan manusia, akan
tetapi apabila teknologi tersebut bila disalahgunakan akan berdampak negatif
kepada penggunanya; Menciptakan ketergantungan. Teknologi terkadang menciptakan
ketergantungan, ini dikarenakan teknologi menghadirkan sebuah kemudahan dan
kemewahan yang dapat membuat penggunanya terlena dan ini membuat pengguna sulit
untuk menghindari ataupun mengurangi ketergantungan tersebut; Menciptakan
kolonialisme. Kesenjangan dalam mengonsumsi informasi akan terjadi, ini
dikarenakan masyarakat tertentu akan sering mengonsumsi informasi dari negara
yang Rich
Information (maju), maksudnya yaitu penjajahan melalui arus
informasi.
Dampak
yang terjadi membuat pola perilaku pengguna juga ikut berubah, seperti
Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja
dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya
pemenuhan berbagai keinginan material dan sehingga tidak terpenuhnya kebutuhan
rohani; Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat
semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti
gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan
sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial.
Sehingga
muncul ketimpangan perilaku sosial di kalangan masyarakat; Pola interaksi antar
manusia yang berubah. Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan
menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang
disambungkan dengan telepon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk
berhubungan dengan dunia luar.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari kasus diatas maka dapat disimpulkan agar bijak
menggunakan teknologi di Era industri 4.0. dimana perkembangan
teknologi komunikasi harus diselaraskan dengan peningkatan pengetahuan akan
manfaat dan keburukan dalam menggunakannya, sehingga dapat menciptakan kondisi
dimana pemanfaatan teknologi dapat meningkatkan pendapatan yang dapat
meningkatkan taraf kehidupannya yang baik dimasa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar